Mahasiswa Perantauan
Nama : Muhammad Rifani 310112012004
: Muhammad Rifa’I 310112012078
Ada satu hal yang
unik di setiap kampus, dimanapun itu, di angkatan berapapun, yakni adanya
mahasiswa rantau. Menjadi mahasiswa perantauan adalah suatu tantangan besar
bagi seseorang. Diterima kuliah di suatu universitas di luar kota jauh dari
rumah membuat seseorang mau tak mau harus menerima status barunya sebagai
mahasiswa rantau. Nggak mungkin kan, kamu akan pulang setiap hari kalau jarak
rumah dengan kampusmu ratusan kilometer?
Apa sih yang unik dari mahasiswa perantauan? Tentu saja menjadi mahasiswa perantauan bukanlah hal biasa yang mudah untuk dijalani. Bayangkan saja kamu harus beradaptasi mulai dari nol untuk bisa bertahan hidup di lingkungan barumu, lingkungan perantauanmu. Semua harus kamu mulai dari awal, untuk belajar kebudayaan baru, kebiasaan baru, teman-teman baru, dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Itulah yang membuat mahasiswa rantau unik, karena mereka memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan perantau.
Apa sih yang unik dari mahasiswa perantauan? Tentu saja menjadi mahasiswa perantauan bukanlah hal biasa yang mudah untuk dijalani. Bayangkan saja kamu harus beradaptasi mulai dari nol untuk bisa bertahan hidup di lingkungan barumu, lingkungan perantauanmu. Semua harus kamu mulai dari awal, untuk belajar kebudayaan baru, kebiasaan baru, teman-teman baru, dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Itulah yang membuat mahasiswa rantau unik, karena mereka memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan perantau.
Mari kita bahas satu per satu semua hal yang berhubungan
dengan mahasiswa rantau
Pertama adalah
mahasiswa rantau membutuhkan persiapan yang lebih banyak untuk memulai masa
kuliahnya. Ya…tentu saja karena mereka akan tinggal jauh dari rumah, jauh dari
keluarga dan akan sendiri mengarungi hari-hari di kota besar yang asing
baginya.
Ada banyak persiapan yang harus mulai
dipikirkan segera setelah menerima pernyataan bahwa kamu diterima di suatu
universitas yang jauh dari tempat tinggalmu. Hal utama yang harus dipikirkan
adalah dimana kamu akan tinggal nanti? Di tempat seperti apa kamu akan tidur?
Di kamar yang seberapa luas kamu akan menjalani hari-harimu? Fasilitas apa saja
yang kamu butuhkan untuk bisa menjalani hari-harimu dengan nyaman?
Yup…kamar indekos atau rumah
kontrakan. Ini adalah dua pilihan yang bisa menjadi tempat tinggalmu kelak saat
kamu menjadi mahasiswa rantau. Ada kelebihan dan ada kekurangan dari
masing-masing tempat tinggal ini. Kalau kamu memilih indekos, maka kamu bisa
memiliki kamar pribadi yang hanya ditempati dirimu seorang.
Kamu juga bisa memilih yang kamar
mandinya ada di dalam kamar atau di luar kamar. Tapi, dengan memilih kamar
indekos biasanya kamu akan jarang bersosialisasi dengan teman-teman sekitar
karena mereka juga akan sibuk dengan kegiatannya dan beristirahat di kamar
mereka masing-masing. Beda ceritanya kalau kamu memilih mengontrak rumah dengan
teman-temanmu yang asalnya sama denganmu. Kamu bisa mengontrak satu rumah untuk
beberapa orang. Kamu bisa berbagi kamar dengan mereka dan tidak akan merasa
kesepian. Tapi kamu akan menemukan banyak konflik di sini.
Tinggal serumah dengan orang lain
meskipun itu teman sendiri tetap memungkinkan kamu untuk memiliki konflik
dengan mereka. Bisa jadi karena kebiasaan yang saling bertentangan satu sama
lain. Bisa juga karena sikap yang kurang menyenangkan kalau sama-sama sedang
dalam keadaan bad mood. Kalau sudah begini bisa-bisa persahabatanmu dengan
mereka malah akan retak.
Memilih tempat tinggalmu ketika
menjadi mahasiswa rantau juga harus mempertimbangkan lokasi dan jarak dari
kampus. Usahakan untuk memilih tempat tinggal yang jaraknya tidak terlalu jauh
dari kampus. Tujuanmu menjadi mahasiswa rantau kan untuk mendekati kampus
supaya lebih mudah akses ke kampus jadi jangan malah menyulitkan diri dengan
memilih tempat tinggal yang jauh dari kampus.
Selain jarak, pertimbangkan juga
lingkungan sekitarnya. Jangan memilih tempat tinggal yang untuk mencapainya
harus melewati gang-gang sempit yang kalau malam tidak ada penerangan. Pilih
saja tempat tinggal yang mudah dilalui kendaraan dan selalu ramai oleh orang
supaya kalau kamu pulang seorang diri kamu akan selalu merasa aman.
Keamanan juga penting
sekali untuk dipertimbangkan. Mahasiswa rantau selalu menjadi sasaran empuk
bagi para pencuri dan orang-orang jahat. Kalau menjadi mahasiswa rantau,
usahakan kamu memastikan lingkungan tempat tinggalmu itu dijaga keamanannya.
Misalnya kamu pilih saja tempat tinggal yang lokasinya selalu dijaga oleh
satpam atau siapapun yang penting ada pelayanan keamanan di sana.
Selesai memilih tempat
tinggal, kamu harus mulai memikirkan apa saja yang akan dibawa untuk memenuhi
kamarmu. Perlengkapan yang dibutuhkan oleh mahasiswa rantau akan lebih banyak
daripada mahasiswa yang tidak merantau. Selain itu mahasiswa rantau juga akan
membutuhkan biaya yang jauh lebih besar daripada yang tidak merantau. Tentu
saja, karena kamu harus membawa perlengkapan untuk hidup sehari-hari. Bisa jadi
kamu malah akan memindahkan semua isi kamarmu ke dalam kamar indekosmu yang
baru di tempat rantaumu.
Membuat daftar barang
apa saja yang kamu butuhkan dan apa saja yang akan kamu bawa akan sangat
membantu. Buat daftar dengan cara mengurutkan mulai dari yang sangat penting,
penting, sampai ke perlengkapan tambahan yang kalaupun tidak ada juga tidak
akan masalah. Contoh barang-barang yang diperlukan oleh mahasiswa rantau adalah
seperti rice cooker, rak sepatu, dispenser, teko, water heater, microwave kalau
perlu, dan perlengkapan pribadi lainnya yang sifatnya benar-benar personal.
Apa lagi ya yang
dibutuhkan mahasiswa rantau sebelum pergi meninggalkan kampung halamannya?
Yup…itu dia, mental!
Menjadi mahasiswa rantau membutuhkan mental yang sangat kuat. Kamu akan
menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda dari hidupmu sebelumnya di rumah.
Kamu akan menjalani dua tekanan yang sama-sama beratnya. Yaitu tekanan
perkuliahan di kampus mulai dari masalah pergaulan, dosen, mata kuliah,
tugas-tugas dan masih banyak lagi.
Yang kedua adalah tekanan yang datang dari tuntutan untuk menjalani
kehidupan dengan mandiri di tempat rantaumu. Percayalah, kalau kamu lupa tidak
menyiapkan mental yang kuat maka kamu tidak akan bertahan satu bulan saja di
tempat rantaumu tanpa menangis.
Menjadi mahasiswa
rantau berarti kamu harus tinggal jauh dari keluarga. Tidak melihat wajah ayah
dan ibumu juga adik atau kakakmu setiap pagi. Kamu akan bangun dengan melihat
langit-langit kamar yang sunyi dan bersih. Kamu akan mendapati dirimu sendiri
setiap hari di dalam kamar indekosmu yang mungil. Karena itulah mental juga
harus dipersiapkan sejak kamu memutuskan untuk menjadi mahasiswa rantau. Jika
kamu tergolong anak yang manja maka tinggalkan segera sifatmu itu. Jadilah
mandiri dengan mulai belajar untuk melakukan apapun seorang diri.
Satu hal yang membuat
mahasiswa rantau dipandang sebagai pribadi yang kuat dan tegar adalah karena
mereka para perantau ini harus bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri, tanpa
bantuan keluarga. Masalah yang menghampiri mahasiswa rantau bukan hanya masalah
tentang perkuliahan dan tugas-tugas yang menumpuk tetapi juga tentang masalah
pergaulan dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Ketika kamu sudah menjadi
mahasiswa rantau, maka secara otomatis kamu sudah tumbuh menjadi individu
mandiri yang berdiri di atas kaki sendiri untuk menyelesaikan semua
permasalahan yang menerpamu
Adaptasi. Tugas mahasiswa rantau untuk beradaptasi adalah dua kali lipat beratnya
dibandingkan mahasiswa yang tidak merantau. Kalau mahasiswa yang tidak merantau
hanya perlu beradaptasi dengan lingkungan kampus baru dan teman-teman di
kampus, maka tidak dengan mahasiswa rantau. Mahasiswa rantau memiliki tanggung
jawab yang berlipat ganda yaitu untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus
barunya dan beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang baru.
Seorang mahasiswa
rantau otomatis memiliki kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda dengan
orang-orang yang tinggal di tempat rantaunya. Ketika kamu mulai memasuki
lingkungan perantauanmu maka sebaiknya kamu cepat-cepat menyesuaikan diri dengan
mereka. Caranya adalah dengan mempelajari apa-apa saja yang menjadi kebiasaan
umum mereka.
Cobalah untuk mencari
tahu hal-hal apa saja yang disukai oleh orang-orang di perantauanmu atau
hal-hal apa yang tidak disukai oleh orang-orang di perantauanmu. Supaya kamu
bisa diterima dengan baik di tempatmu merantau maka kamu harus bisa mengikuti
kebiasaan dan kebudayaan mereka serta meninggalkan kebiasaanmu yang
bertentangan dengan kebiasaan mereka.
Diterima di suatu
lingkungan akan membuatmu merasa nyaman berada di lingkungan tersebut. Ini
benar sekali. Kamu tidak akan pernah merasa nyaman di tempat perantauanmu jika
kamu tidak diterima dengan baik oleh orang-orang di lingkungan rantaumu.
Padahal, menjadi
nyaman adalah hal yang sangat penting dan akan sangat berpengaruh pada kamu
mahasiswa rantau. Kalau kamu tidak merasa nyaman di tempat rantaumu maka sudah
pasti kamu akan semakin merindukan keluargamu, merindukan tempat tinggalmu,
selalu ingin pulang ke rumah, dan pada akhirnya kamu malah akan tertekan karena
terlalu ingin meninggalkan tempat rantaumu.
Masalah keuangan
seringkali menjadi masalah langganan bagi mahasiswa rantau. Bagaimana tidak?
Namanya juga sedang merantau, tentu saja tidak bebas minta uang kepada orang
tua. Berbeda dengan mereka yang bukan mahasiswa rantau. Kalau uang mereka
habis, tinggal minta saja dan akan mendapatkannya waktu itu juga.
Nah, kalau mahasiswa
rantau? Mereka harus menunggu transferan dari orang tua. Biasanya orang tua
akan memberikan jatah bulanan yang dikirim satu bulan sekali pada tanggal
tertentu. Seperti inilah yang membuat mahasiswa rantau harus pandai mengatur
pengeluaran mereka karena kalau tidak bisa jadi uang bulanan akan habis sebelum
jatah uang bulan berikutnya dikirim.
Bagaimana sih cara
berhemat ala mahasiswa rantau? Mahasiswa biasa dikenal sebagai kaum miskin uang
yang tugasnya berhemat setiap hari, apalagi mahasiswa rantau. Kalau ingin tahu
caranya berhemat ya tanyakan saja pada mahasiswa rantau. Begitu pemikiran
kebanyakan orang tentang mahasiswa rantau. Benar saja…mahasiswa rantau bisa
menjadi ahlinya
melakukan penghematan
uang.
Makan. Ini adalah pengeluaran harian semua mahasiswa, bukan hanya mahasiswa
rantau. Jika kamu ingin berhemat karena kamu adalah mahasiswa rantau yang tidak
bisa bebas meminta uang kapanpun kamu membutuhkannya, maka aturlah menu makanmu
dengan baik. Jangan melulu makan di tempat-tempat mewah yang harga satu porsi
makannya bisa dipakai untuk tiga kali makan di tempat biasa dengan menu yang
sederhana. Tapi jangan juga terus-terusan makan di tempat murah yang menunya
selalu sayur dengan tempe goreng saja. Aturlah jadwal makanmu dengan baik.
Sesekali pergi ke tempat makan yang mahal boleh saja, tapi jangan dijadikan
kebiasaan.
Selain makan,
mahasiswa rantau membutuhkan uang untuk melengkapi keperluan sehari-harinya.
Seperti alat mandi, alat untuk bersih-bersih kamar, biaya tambah listrik,
fotokopi materi kuliah, membeli buku untuk keperluan kuliah, dan masih ada
banyak lagi yang lain. Mahasiswa rantau harus pandai-pandai mengatur semua bentuk
pengeluaran.
Biasakan diri untuk
menyusun jadwal belanjaan. Sadarilah kalau kamu adalah mahasiswa rantau yang
bisa berbahaya kalau terlalu boros sampai akhirnya kehabisan uang di tempat
perantauan. Karena itulah kamu harus belajar untuk membeli barang-barang yang
memang kamu butuhkan saja. Biasakan diri untuk tidak membeli barang-barang yang
sifatnya hanya untuk memuaskan diri. Ya…mungkin sesekali boleh saja kamu
mengeluarkan uang yang sifatnya untuk bersenang-senang, tapi ingat jangan
dilakukan terus-terusan.
Proteksi diri. Siapa yang akan menjagamu di tempat rantau? Kalau di kampung
halaman, kamu bisa saja merasa selalu aman, karena kamu bisa selalu pulang ke
rumah dan tinggal bersama orang tua. Kalau ada apa-apa kamu bisa mengadu pada
mereka dan mereka akan menyelesaikan masalahmu dengan mudah.
Tapi, di tempat
rantau? Kamu harus melindungi dirimu sendiri. Kamu harus berperan sebagai
penjaga bagi dirimu sendiri. Jangan mudah percaya dengan orang lain, baik orang
yang sudah kamu kenal atau yang belum kamu kenal. Kamu tidak akan pernah tahu
apa yang bisa mereka lakukan kepadamu. Bisa saja mereka berbuat jahat dengan
mencuri barang-barangmu atau mengambil uangmu. Karena itulah, belajarlah untuk
bersikap hati-hati setiap saat dan di setiap tempat.
Ketika kamu menjadi
mahasiswa rantau nanti tidak akan ada yang mengingatkanmu untuk belajar. Anggap
saja kamu bebas karena orang tuamu tidak ada di rumah yang sama denganmu.
Mereka tidak mengawasimu dan itu menyebabkan kamu bebas melakukan apa saja
termasuk merasa bebas untuk tidak belajar. Padahal…tugas utamamu ada di tempat
rantau ini adalah untuk belajar. Jangan sampai kamu merasa terlalu santai lalu
mengabaikan kewajibanmu hanya karena merasa orang tuamu tidak mengawasimu dan
tidak bisa menegurmu.
Milikilah rasa
tanggung jawab yang besar dan selalu ingat bahwa orang tuamu menaruh harapan
yang besar padamu. Jadi, jadilah mahasiswa rantau yang cerdas dan rajin.
Hal penting lainnya
yang harus kamu lakukan ketika menjadi mahasiswa rantau adalah kamu harus
pandai menjaga kesehatan. Yup…Sadarilah bahwa kamu tinggal sendiri dan jauh
dari orang tua.
0 komentar:
Posting Komentar