Senin, 09 Mei 2016

[16] Shopaholic (3101 1301 2096 & 3101 1301 2161)

0

Tugas Teknik Presentasi

Yurina Iselda (3101 1301 2096)

Fatimah Zuraida (3101 1301 2161)


Nomor Urut. 16

 

Shopaholic No Way !

Suka menghabiskan uang dengan berbelanja?  Hati-hati, kamu mulai terkena gejala shopaholic ! Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan jika shopaholic adalah gaya hidup yang emang lagi digemari saat ini. Tapi sebenarnya shopaholic itu lebih banyak membawa dampak negatif dari pada positif. Yuk, kenali lebih jauh tentang gejala yang satu ini.
Shopaholic adalah sebutan untuk orang-orang yang nggak bisa mengatur keuangannya dengan baik. Gejala shopaholic ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti mood, kecemasan, kepercayaan diri, depresi, obsesi, dll. Motto para shopaholic adalah  shop ‘till you drop! motto inilah yang bisa jadi pemicu orang-orang untuk makin berlomba-lomba dalam berbelanja. Shopaholic dikenal juga sebagai shopping addiction atau compulsive buyer.
Gejala-gejala shopaholic sering nggak disadari oleh para pelakunya. Biasanya mereka gemar sekali membeli barang yang udah dimiliki. Selain itu, mereka juga suka membeli barang tanpa melihat kebutuhan dan cenderung mengikuti keinginan. Meski merasa puas karena udah berhasil punya barang yang diinginkan, pada akhirnya mereka pasti menyesal karena udah mengeluarkan uang untuk membeli barang tersebut.

Shopaholic biasanya digolongkan sebagai "penyimpangan obsesif-kompulsif" yang dapat disembuhkan dengan bantuan psikolog. Dengan kesabaran, ketekunan serta bantuan dari pihak professional, seorang shopaholic dapat kembali mengendalikan hidupnya.

Gangguan obsesif kompulsif adalah suatu gangguan psikologis yang ditandai dengan adanya pikiran-pikiran obsesif (pikiran-pikiran yang selalu berulang-ulang menghantui seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu) dan adanya perilaku kompulsif (perilaku yang selalu dilakukan berulang-ulang, tetapi jika tidak dilakukan maka seseorang akan merasa tersiksa). 

Penderita obsesif kompulsif sebenarnya merasakan bahwa apa yang dilakukannya tidak rasional namun dirinya tidak mampu mengontrol kebiasaan yang dilakukannya tersebut.


Ada beberapa gejala shopaholic, diantaranya :
·         Suka menghabiskan uang untuk membeli barang yang tidak dimiliki meskipun barang tersebut tidak selalu berguna bagi dirinya.
·         Merasa puas pada saat dirinya dapat membeli apa saja yang diinginkannya, namun setelah selesai berbelanja maka dirinya merasa bersalah dan tertekan dengan apa yang telah dilakukannya.
·         Pada saat merasa stres, maka akan selalu berbelanja untuk meredakan stresnya tersebut.
·         Memiliki banyak barang-barang seperti baju, sepatu atau barang-barang elektronik, dll yang tidak terhitung jumlahnya, namun tidak pernah digunakan.
·         Selalu tidak mampu mengontrol diri ketika berbelanja.
·         Merasa terganggu dengan kebiasaan belanja yang dilakukannya.
·         Tetap tidak mampu menahan diri untuk berbelanja meskipun dirinya sedang bingung memikirkan hutang-hutangnya.
·         Sering berbohong pada orang lain tentang uang yang telah dihabiskannya.
Jadi shopaholic itu nggak enak guys, lebih banyak rugi daripada untungnya. Meskipun kamu akan merasa puas, nanti kamu akan menyesal karena telah menghabiskan banyak uang untuk barang-barang yang sebenarnya nggak terlalu kamu butuhkan. Belum lagi jika uang yang kamu gunakan adalah hasil hutang atau kartu kredit. Bisa jadi tiap bulan kamu nggak bakal ngerasain gaji.

Beberapa penyebab seseorang mengalami shopaholic:
·         Seseorang menganut gaya hidup hedonis (materialis) dan mempersepsi bahwa manusia adalah human having. Human having adalah seseorang yang cenderung mempersepsi orang lain berdasarkan apa yang dimiliki (seperti punya mobil, rumah, jabatan). Human having ini akan mengakibatkan seseorang merasa terus kekurangan, selalu diliputi kecemasan, tidak akan termotivasi untuk mengejar kebutuhan pada tingkat yang lebih.
·         Kecemasan yang berlebihan karena mengalami trauma di masa lalu.
·         Iklan-iklan yang ditampilkan di berbagai media yang menggambarkan bahwa pola hidup konsumtif dan hedonis merupakan sarana untuk melepaskan diri dari stres.
·         Adanya pikiran-pikiran obsesi yang tidak rasional

Dampak Shopaholic
`Shopaholic dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan yaitu:
·         Sering mengalami kehabisan uang padahal masih awal bulan.
·         Dapat mengakibatkan seseorang memiliki hutang dalam jumlah yang besar karena untuk memenuhi pikiran-pikiran obsesi untuk berbelanja dan berbelanja.
·         Dapat mengakibatkan seseorang dipecat dari pekerjaannya karena melakukan pemborosan dengan menggunakan uang perusahaan.
·         Memicu seseorang untuk melakukan tindak kriminal (seperti mencuri, memeras,korupsi dll) hanya karena ingin mendapatkan uang demi memnuhi dorongan untuk belanja yang terus-menerus dalam dirinya.
·         Dapat mengakibatkan perceraian karena pasangan dari si penderita shopaholic merasa tersiksa dengan uang yang selalu dihabiskan pasangannya hanya untuk berbelanja dan berbelanja.
·         Dapat mengakibatkan pertengkaran karena pemborosan yang dilakukan oleh penderita shopaholic.
·         Dapat mengakibatkan seseorang bunuh diri karena dalam dirinya selalu muncul pikiran-pikiran obsesi untuk berbelanja dan berbelanja dan si penderita merasa tersiksa jika tidak melakukan pikiran-pikiran obsesinya tersebut.

Cara mengatasi / menghindari menjadi shopaholic :

·         Cari teman yang hemat.
Pasti tahulah bahwa teman secara langsung maupun nggak langsung membawa pengaruh pada kita. Berteman dengan teman yang juga “gila belanja” tentunya akan memperparah sifat shopaholic. Bahkan yang awalnya bukan shopaholic pun bisa jadi tertular kebiasaan teman yang shopaholic

·         Hindari window shopping.
Mungkin niat awal ketika jalan-jalan ke pusat perbelanjaan sama teman cuma untuk window shopping tapi tidak menutup kemungkinan para shopaholic bakal benar-benar melakukan shopping.

·         Belajar move on dari kecintaan terhadap “diskon”.
Kata Bang Raditya Dika, “Besarnya diskon di sebuah mall berbanding lurus dengan tingkat keganasan cewe di mall tersebut.” haha... dan kayaknya statement itu bener banget. Makanya, sebisa mungkin para shopaholic harus belajar menghilangkan hasrat belanja ketika mendengar kata “diskon”.

·         Membuat daftar belanja.
Hal ini kelihatannya sepele, tapi jangan salah sob.. dengan membuat daftar belanja akan sedikit mengontrol shopaholic untuk membeli sesuatu. Daftar belanja dibuat dengan pertimbangan barang apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi keuangan.

·         Hindari penggunaan credit card terlalu sering.
Kartu kredit kadang membuat penggunanya lepas kontrol dalam berbelanja

·         Bawa uang cash yang terbatas tapi mencukupi.
Artinya, bawalah uang yang pas ketika akan berbelanja. Perkirakan berapa harga barang yang akan sobat beli, dan lebihkan sedikit untuk jaga-jaga jika kurang. Ini efektif untuk mengendalikan nafsu belanja karena terbatasnya uang yang sobat bawa.

·         Hindari tempat nongkrong yang mengundang hasrat berbelanja.
Misalnya saja di mall. Niatnya sih nongkrong, tapi gimana jadinya kalau udah ketemu barang-barang yang menggoda untuk dibeli?!

·         Sebelum membeli pikirkan fungsi jangka panjang dari barang yang akan dibeli. Terkadang kita membeli barang hanya karena kita suka barang tersebut, barangnya unik, lucu, keren atau apalah. Tapi kita juga harus memikirkan penting kah barang tersebut di kemudian hari, apakah akan terus kita gunakan, apa kita udah punya barang sejenis itu, mau membeli untuk dipakai atau cuma dikoleksi?




·         Tidak perlu memaksakan diri tampil up to date.
Ini dia yang jadi penyakit bagi kebanyakan cewe, pengen selalu terlihat up to date apalagi dalam hal fashion. Sebisa mungkin para shopaholic harus menghindarinya, kalau perlu lebih baik anti-mode !!

·         Ubah mindset.
Mindset apa yang diubah? Bahwa hidup itu jangan terlalu menuruti nafsu. Hidup sederhana lebih menyenangkan dan membawa ketenangan. Semakin sering menuruti nafsu hanya akan mendorong pada perilaku hedonis dan materialistis. Paksa diri supaya menjadi pribadi yang sederhana dan hemat.

Kalau udah terlanjur jadi seorang shopaholic akut, kamu bisa coba CBT atau Cognitive Behavioral Theraphy. Terapi ini akan membantu mengatasi pikiran dan perilaku yang nggak rasional, termasuk belanja terus menerus. Selain itu, shopaholic juga harus mengubah sugesti bahwa belanja akan menghilangkan stres. Yang terpenting lagi, jangan lupa untuk membuat pembukuan mengenai pengeluaran yang udah kamu lakukan. Kalau ingin berkonsultasi dengan konsultan keuangan juga akan membantu kamu.

Kebanyakan shopaholic itu didominasi wanita. Tapi nggak menutup kemungkinan juga ada pria yang punya gejala tersebut.  Be smart!

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut