Tugas Teknik
Presentasi
Yurina Iselda
(3101 1301 2096)
Fatimah Zuraida
(3101 1301 2161)
Nomor Urut. 16
Shopaholic No Way !
Suka menghabiskan uang dengan berbelanja?
Hati-hati, kamu mulai terkena gejala shopaholic ! Mungkin ada
sebagian orang yang beranggapan jika shopaholic adalah gaya hidup yang
emang lagi digemari saat ini. Tapi sebenarnya shopaholic itu lebih
banyak membawa dampak negatif dari pada positif. Yuk, kenali lebih jauh tentang
gejala yang satu ini.
Shopaholic adalah sebutan untuk orang-orang yang nggak bisa
mengatur keuangannya dengan baik. Gejala shopaholic ini bisa
disebabkan oleh banyak faktor, seperti mood, kecemasan, kepercayaan
diri, depresi, obsesi, dll. Motto para shopaholic adalah shop ‘till you drop! motto
inilah yang bisa jadi pemicu orang-orang untuk makin berlomba-lomba dalam
berbelanja. Shopaholic dikenal juga sebagai shopping addiction
atau compulsive buyer.
Gejala-gejala shopaholic sering nggak disadari oleh para pelakunya.
Biasanya mereka gemar sekali membeli barang yang udah dimiliki. Selain itu,
mereka juga suka membeli barang tanpa melihat kebutuhan dan cenderung mengikuti
keinginan. Meski merasa puas karena udah berhasil punya barang yang diinginkan,
pada akhirnya mereka pasti menyesal karena udah mengeluarkan uang untuk membeli
barang tersebut.
Shopaholic biasanya digolongkan sebagai "penyimpangan
obsesif-kompulsif" yang dapat disembuhkan dengan bantuan psikolog. Dengan
kesabaran, ketekunan serta bantuan dari pihak professional, seorang shopaholic
dapat kembali mengendalikan hidupnya.
Gangguan obsesif kompulsif adalah suatu gangguan psikologis yang ditandai
dengan adanya pikiran-pikiran obsesif (pikiran-pikiran yang selalu
berulang-ulang menghantui seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu)
dan adanya perilaku kompulsif (perilaku yang selalu dilakukan berulang-ulang,
tetapi jika tidak dilakukan maka seseorang akan merasa tersiksa).
Penderita obsesif kompulsif sebenarnya merasakan bahwa apa yang dilakukannya
tidak rasional namun dirinya tidak mampu mengontrol kebiasaan yang dilakukannya
tersebut.
Ada beberapa gejala
shopaholic, diantaranya :
·
Suka menghabiskan uang untuk membeli barang yang
tidak dimiliki meskipun barang tersebut tidak selalu berguna bagi dirinya.
·
Merasa puas pada saat dirinya dapat membeli apa
saja yang diinginkannya, namun setelah selesai berbelanja maka dirinya merasa
bersalah dan tertekan dengan apa yang telah dilakukannya.
·
Pada saat merasa stres, maka akan selalu
berbelanja untuk meredakan stresnya tersebut.
·
Memiliki banyak barang-barang seperti baju, sepatu
atau barang-barang elektronik, dll yang tidak terhitung jumlahnya, namun tidak
pernah digunakan.
·
Selalu tidak mampu mengontrol diri ketika
berbelanja.
·
Merasa terganggu dengan kebiasaan belanja yang
dilakukannya.
·
Tetap tidak mampu menahan diri untuk berbelanja
meskipun dirinya sedang bingung memikirkan hutang-hutangnya.
·
Sering berbohong pada orang lain tentang uang
yang telah dihabiskannya.
Jadi shopaholic itu nggak enak guys, lebih banyak rugi
daripada untungnya. Meskipun kamu akan merasa puas, nanti kamu akan menyesal
karena telah menghabiskan banyak uang untuk barang-barang yang sebenarnya nggak
terlalu kamu butuhkan. Belum lagi jika uang yang kamu gunakan adalah hasil
hutang atau kartu kredit. Bisa jadi tiap bulan kamu nggak bakal ngerasain gaji.
Beberapa penyebab seseorang mengalami
shopaholic:
·
Seseorang menganut gaya hidup hedonis
(materialis) dan mempersepsi bahwa manusia adalah human having. Human having
adalah seseorang yang cenderung mempersepsi orang lain berdasarkan apa yang
dimiliki (seperti punya mobil, rumah, jabatan). Human having ini akan
mengakibatkan seseorang merasa terus kekurangan, selalu diliputi kecemasan,
tidak akan termotivasi untuk mengejar kebutuhan pada tingkat yang lebih.
·
Kecemasan yang berlebihan karena mengalami
trauma di masa lalu.
·
Iklan-iklan yang ditampilkan di berbagai media
yang menggambarkan bahwa pola hidup konsumtif dan hedonis merupakan sarana
untuk melepaskan diri dari stres.
·
Adanya pikiran-pikiran obsesi yang tidak
rasional
Dampak Shopaholic
`Shopaholic dapat mengakibatkan
berbagai dampak yang merugikan yaitu:
·
Sering mengalami kehabisan uang padahal masih
awal bulan.
·
Dapat mengakibatkan seseorang memiliki hutang
dalam jumlah yang besar karena untuk memenuhi pikiran-pikiran obsesi untuk
berbelanja dan berbelanja.
·
Dapat mengakibatkan seseorang dipecat dari
pekerjaannya karena melakukan pemborosan dengan menggunakan uang perusahaan.
·
Memicu seseorang untuk melakukan tindak kriminal
(seperti mencuri, memeras,korupsi dll) hanya karena ingin mendapatkan uang demi
memnuhi dorongan untuk belanja yang terus-menerus dalam dirinya.
·
Dapat mengakibatkan perceraian karena pasangan
dari si penderita shopaholic merasa tersiksa dengan uang yang selalu dihabiskan
pasangannya hanya untuk berbelanja dan berbelanja.
·
Dapat mengakibatkan pertengkaran karena
pemborosan yang dilakukan oleh penderita shopaholic.
·
Dapat mengakibatkan seseorang bunuh diri karena
dalam dirinya selalu muncul pikiran-pikiran obsesi untuk berbelanja dan
berbelanja dan si penderita merasa tersiksa jika tidak melakukan
pikiran-pikiran obsesinya tersebut.
Cara mengatasi
/ menghindari menjadi shopaholic :
·
Cari teman yang hemat.
Pasti tahulah bahwa teman
secara langsung maupun nggak langsung membawa pengaruh pada kita. Berteman
dengan teman yang juga “gila belanja” tentunya akan memperparah sifat
shopaholic. Bahkan yang awalnya bukan shopaholic pun bisa jadi tertular
kebiasaan teman yang shopaholic
·
Hindari window shopping.
Mungkin niat awal ketika
jalan-jalan ke pusat perbelanjaan sama teman cuma untuk window shopping tapi
tidak menutup kemungkinan para shopaholic bakal benar-benar melakukan shopping.
·
Belajar move on dari kecintaan terhadap “diskon”.
Kata Bang Raditya Dika,
“Besarnya diskon di sebuah mall berbanding lurus dengan tingkat keganasan cewe
di mall tersebut.” haha... dan kayaknya statement itu bener banget. Makanya,
sebisa mungkin para shopaholic harus belajar menghilangkan hasrat belanja
ketika mendengar kata “diskon”.
·
Membuat daftar belanja.
Hal ini kelihatannya
sepele, tapi jangan salah sob.. dengan membuat daftar belanja akan sedikit
mengontrol shopaholic untuk membeli sesuatu. Daftar belanja dibuat dengan
pertimbangan barang apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan disesuaikan dengan
kondisi keuangan.
·
Hindari penggunaan credit card terlalu sering.
Kartu kredit kadang
membuat penggunanya lepas kontrol dalam berbelanja
·
Bawa uang cash yang terbatas tapi mencukupi.
Artinya, bawalah uang yang
pas ketika akan berbelanja. Perkirakan berapa harga barang yang akan sobat
beli, dan lebihkan sedikit untuk jaga-jaga jika kurang. Ini efektif untuk
mengendalikan nafsu belanja karena terbatasnya uang yang sobat bawa.
·
Hindari tempat nongkrong yang mengundang hasrat
berbelanja.
Misalnya saja di mall.
Niatnya sih nongkrong, tapi gimana jadinya kalau udah ketemu barang-barang yang
menggoda untuk dibeli?!
·
Sebelum membeli pikirkan fungsi jangka panjang dari
barang yang akan dibeli. Terkadang kita membeli
barang hanya karena kita suka barang tersebut, barangnya unik, lucu, keren atau
apalah. Tapi kita juga harus memikirkan penting kah barang tersebut di kemudian
hari, apakah akan terus kita gunakan, apa kita udah punya barang sejenis itu,
mau membeli untuk dipakai atau cuma dikoleksi?
·
Tidak perlu memaksakan diri tampil up to date.
Ini dia yang jadi penyakit
bagi kebanyakan cewe, pengen selalu terlihat up to date apalagi dalam hal
fashion. Sebisa mungkin para shopaholic harus menghindarinya, kalau perlu lebih
baik anti-mode !!
·
Ubah mindset.
Mindset apa yang diubah?
Bahwa hidup itu jangan terlalu menuruti nafsu. Hidup sederhana lebih
menyenangkan dan membawa ketenangan. Semakin sering menuruti nafsu hanya akan
mendorong pada perilaku hedonis dan materialistis. Paksa diri supaya menjadi
pribadi yang sederhana dan hemat.
Kalau udah terlanjur jadi seorang shopaholic akut, kamu bisa coba
CBT atau Cognitive Behavioral Theraphy. Terapi ini akan membantu
mengatasi pikiran dan perilaku yang nggak rasional, termasuk belanja terus
menerus. Selain itu, shopaholic juga harus mengubah sugesti bahwa
belanja akan menghilangkan stres. Yang terpenting lagi, jangan lupa untuk
membuat pembukuan mengenai pengeluaran yang udah kamu lakukan. Kalau ingin
berkonsultasi dengan konsultan keuangan juga akan membantu kamu.
Kebanyakan shopaholic itu didominasi wanita. Tapi nggak menutup kemungkinan
juga ada pria yang punya gejala tersebut. Be smart!
0 komentar:
Posting Komentar