Oleh :
Nama : Nazid Mukhlish
NIM : 3101 1201 2043
Jurusan : Sistem Informasi
Mindset
Apa itu mindset ?
Cerita Proses Pembentukan Mindset
Agar lebih mudah mencerna pengertian mindset, berikut ini akan diberikan contoh cerita sederhana yang bisa membantu siapa saja untuk lebih cepat memahami mindset dan proses kerjanya.
Suatu hari Andi terserang penyakit influenza kemudian ia pergi berobat ke dokter. Terjadilah dialog antara Andi dengan dokter tersebut.
"Dok, setiap tahun pada bulan Juli aku terserang penyakit influenza akut selama sebulan penuh," tanya Andi mengawali pembicaraan.
"Sejak kapan Anda menderita seperti ini?" jawab dokter tersebut.
"Sudah lebih dari sebelas tahun, Dok!"
"Sebelum itu, kesehatan Anda berarti prima. Artinya, tidak pernah terserang influenza seberat ini, bukan?"
Andi tak menjawab, tapi ia memberikan tanda benar dengan menganggukkan kepalanya.
"Apa Anda masih ingat, bagaimana proses awalnya Anda terserang influenza?" Tanya dokter kembali.
"Tidak terlalu tahu, Dok. Tapi, biasanya saat aku berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin. Saya pun pasti terserang influenza.
Analisis Cerita Mindset
Di dalam cerita di atas, terdapat informasi yang cukup bijak tentang pengertian mindset. Namun, pengertian tersebut tidak akan bisa dipahami dengan jelas tanpa dilakukan analisis cerita. Berikut analisisnya.
Di dalam cerita, ditemukan kata "Setiap tahun". Kata ini menunjukkan kepastian
Di dalam cerita ditemukan kata "Pada bulan Juli". Ini juga kata yang mengandung kepastian.
Di dalam cerita ditemukan satu jenis penyakit, yaitu "influenza". Ini juga kata yang mengandung kepastian.
Di dalam cerita ditemukan kepastian penyebab, "karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin". Ini juga kalimat yang mengandung kepastian.
· Di dalam cerita juga ada akibat kepastian yang ditunjukkan. "Saya pun pasti terserang influenza."
Lalu, apa pengertian mindset bila disimpulkan dari analisis cerita mindset ini? Jawabannya kata Dr. Ibrahim Elfiky di dalam beberapa buku motivasinya, "mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama."
Mindset adalah cara berpikir, yakni keyakinan seseorang yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidup (baca:nasib) seseorang. Karenanya mindset sering dimaknai dengan kepercayaan (belief), atau sekumpulan kepercayaan (set of belief).Mindset, baik yang disadari ataupun tidak, akan menentukan cara berpikir, berkomunikasi, dan bertindak. Membentuk belief ataumindset positif menjadi kebutuhan bagi setiap orangtua/guru yang menghendaki kesuksesan bagi anak-anaknya.
Betapa pentingnya membentuk mindset positif, karena akan membentuk perilaku yang positif, dan betapa berbahayanya jika mindset negatif yang terbentuk pada seorang anak, karena akan membentuk prilaku yang negatif. Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran, QS Ar Ra’du ayat 11, yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa-apa yang pada diri mereka”.
Mengubah apa-apa yang pada diri mereka, dapat diartikan merubah mindset atau belief, dan mengubahmindset berarti mengubah nasibnya. Setelah diketahui betapa pentingnya mindset positif bagi kesuksesan seseorang dan betapa berbahayanya mindset negatif jika terbentuk pada diri anak, maka perlu adanya upaya-upaya untuk membentuk mindset positif sejak masa usia dini.
Untuk mempermudah pemahaman tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik atau orangtua, perlu diketahui terlebih dahulu tiga masa penting dalam pembentukan mindset sebagai berikut :
Pertama, masa dalam kandungan. Banyak kasus-kasus trauma mental dalam praktek-praktek hypnosis dan hipnotherapi diketahui penyebabnya adalah sejak masa dalam kandungan/prenatal. Hal ini dimungkinkan karena memori secara utuh telah terbentuk sejak usia kehamilan 3 bulan. Hal-hal yang dapat diupayakan untuk membentuk mindset positif pada masa ini antara lain: menjaga kestabilan emosi ibu, memberi stimulasi pendidikan, antara lain: diperdengarkan musik yang memiliki ritme-irama baroque, atau jenis stimulan audio lainnya seperti lantunan bacaan Alquran, atau bahkan, lagu nina bobok, hafalan, dasar-dasar bahasa dan lain-lainnya. Rangsangan pendidikan lainnya dapat diberikan melalui sentuhan secara fisik.
Kedua, Masa Kritis I Pembentukan Mindset (masa lahir sampai usia 3 tahun). Pada masa ini fungsi pikiran sadar anak belum terbentuk, sehingga filter mental terhadap segala rangsangan dari luar sama sekali belumberfungsi. Hal ini menyebabkan hampir seluruh pengalaman inderawi yang melibatkan emosi intens sepenuhnya diserap dan disimpan di pikiran bawah sadar. Maka dapat dipastikan pengalaman postif maupun negatif yang diterima anak-anak pada masa ini akan membentuk belief.
Upaya yang dapat dilakukan agar terbentuk belief/mindset positif pada anak, antara lain: 1) menerima anak apa adanya dengan segala keunikan yang dimilikinya; 2) menjalin komunikasi yang positif dan hangat; 3) tidak menuntut anak secara berlebihan; 4) memahami setiap tahap dalam perkembangannya, serta 5) mendoakannya selalu.
Ketiga, Masa Kritis kedua Pembentukan Mindset (usia 3 sampai 8 tahun). Pada masa ini telah terbentuk fungsi pikiran sadar anak yang berimplikasi pada pembentukan filter mentalnya. Dalam pembentukan nilai dan keyakinan, masa ini termasuk dalam fase tanam, yaitu fase dimana terjadi penyerapan pengalaman inderawi yang melibatkan emosi intens ana-anak terutama dari orangtuanya sebagai pendidik pertama dan utama.
Pada fase ini upaya pembentukan belief positif mulai menghadapi perlawanan dari pikiran bawah sadarnya, terutama setelah anak berusia 3 tahun. Untuk mengurangi perlawanan tersebut, proses stimulasi perlu melibatkan emosi yang sangat intens atau dalam suasana tenang dan menyenangkan.
Beberapa upaya yang bisa dilakukan dalam membentuk belief positif pada masa ini antara lain:
1) Melibatkan anak-anak dalam kegiatan hoby,
2) membacakan cerita-cerita imajinatif dan inspiratif,
3) menciptakan lingkunganliteracy dengan gambar, simbol, maupun tulisan,
4) membangun forum diskusi keluarga,
5) membiasakan diri melakukan aktivitas sesuai prinsip dan aturan yang dibuat bersama dalam keluarga,
6) menerapkan reward (hadiah)dan punishment (hukuman) secara proporsional,
7) terapi dengan ahlinya.
Besarnya pengaruh belief dalam kehidupan kita, menuntut kita untuk benar-benar mengerti dan memahami mekanisme atau cara kerjanya. Beberapa prinsip kerja belief sebagai berikut:
a) Begitubelief terbentuk, maka semakin lama akan semakin kuat efeknya,
b) Subconscious/otak bawah sadar akan menjalankan apa yang telah tertulis dalam belief saja,
c) Belief akan mempertahankan eksistensinya atau kehidupannya dengan segala cara,
d) Beberapa belief mengkristal menjadi value, yakni apa yang kita yakini sabagai sesuatu yang berharga, bernilai, penting atau signifikan dalam hidup kita. Penting dan berharga ini bersifat sangat subyektif, sehingga setiap orang bisa memiliki value yang berbeda-beda pula. Value disebut juga sebagai core belief.
Dari uraian di atas, makin jelaslah bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran yang sangat kuat dalam membentuk karakter dan kepribadian anak, bahkan menuntun pada pencapaian kesuksesan nasib mereka. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang positif, dari ucapan, tindakan dan penampilan, akan membentuk cara berfikir mereka sampai pada akhirnya membentuk karakter dan kepribadian mereka.||
Umi Faizah, S.Ag., M.Pd, Ketua STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.
TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR (MINDSET)
Publicado por admin 26 de November de 2009
UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
Membangun Konsep Diri (Self Concept);
Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
Pengetahuan Hipnosis, dsb.
1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan). Linguistic = Bahasa Pikiran. Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran. NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.
BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.
Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata: kamu, kami, kita atau mereka.
Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).
PIKIRAN SADAR :
Menguasai 7 ± 2 bit informasi
Berpikir berurutan
Logis
Linier
Berpikir
Pengalaman sekunder
Sadar
Gerakan sadar
Masa kini
Mencoba mengerti masalah
Memilih/mengarahkan tujuan
Disengaja
Verbal
Analitis
Fokus terbatas
Kognitif
Memproses sesudah 0,5 detik
PIKIRAN BAWAH SADAR :
Menguasai 2,3 juta bit informasi
Simultan/bersamaan
Intuitif dan menghubungkan
Sibernetik/acak
Merasa
Pengalaman primer
Tidur, mimpi, dll
Gerakan tak sadar
Menyimpan informasi/Memori
Mengetahui solusi
Membuat tujuan tercapai
Otomatis
Non-Verbal
Sintetis
Tak terbatas, dan ekspansif
Eksperiensial
Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari
Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan inestetik=gerak,
Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar
14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
Peta bukanlah wilayah
Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.
2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan
Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar
Proses Penjernihan Suara Hati
Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
- Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
- Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda - Temukan kesalahan/kekurangan diri - Berjanji untuk tidak mengulangi - Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.
Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!
No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif 1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha 2 ………………………………… ……………………….. ………………………. 3 ………………………………… ……………………….. ………………………. 4 ………………………………… ……………………….. ………………………. 5 ………………………………… ……………………….. ……………………….
3. KONSEP DIRI (SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.
HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)
BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri. Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.
Konsep Diri PNS : PANCA PRASETYA KORPRI Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.
Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional
Pergeseran Pola Pikir
Bekerja utk uang Bekerja untuk ibadah
Berpikir linier Berpikir sistem
Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
Berpikir objek Berpikir hubungan
Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
Berpikir struktur Berpikir proses
Pola pikir negatif Pola pikir positip
TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Latihan Pergeseran Pola Pikir No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir 1 …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. 1. Respons awal :
1. Langkah2 :
1. Solusi 2 …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. …………………………. ………………………….
4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.
MANFAAT MIND MAP :
Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.
5. Hipnosis
Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.
Jenis Hipnosis :
Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.
Mitos dan pandangan yang salah :
Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
Hipnosis merupakan praktik supranatural.
Hipnosis sama dengan tidur.
Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.
Sumber : http://www.rosyid.info/2009/02/teknik-mengubah-pola-pikir-mindset.html
0 komentar:
Posting Komentar